Wilayah Gunung, 30 Desember 2025 – Kebakaran hebat dilaporkan melanda kawasan hutan lindung di lereng bagian selatan gunung sejak Selasa dini hari. Api dengan cepat merambat akibat tiupan angin kencang dan suhu tinggi yang dipicu oleh aktivitas vulkanik (guguran awan panas) yang membakar vegetasi kering di ketinggian 2.000 mdpl.
Kronologi Kejadian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD setempat menyatakan bahwa titik api pertama kali terpantau melalui citra satelit termal pada pukul 01.30 WIB. Kebakaran diduga kuat bermula dari material panas sisa erupsi minor yang menyambar area hutan yang belum sepenuhnya basah oleh hujan.
Dampak dan Penanganan:
Luasan Lahan: Diperkirakan lebih dari 50 hektare lahan vegetasi cemara gunung dan semak belukar telah hangus terbakar.
Penutupan Jalur: Pihak otoritas Taman Nasional telah menutup seluruh pintu pendakian dan mengevakuasi puluhan pendaki yang masih berada di pos-pos bawah.
Kendala Pemadaman: Medan yang curam dan jarak pandang yang terbatas karena kabut asap menyulitkan tim pemadam darat. Saat ini, koordinasi sedang dilakukan untuk meminta bantuan water bombing menggunakan helikopter BNPB.
Himbauan kepada Masyarakat Masyarakat yang tinggal di radius 5-7 km dari puncak dihimbau untuk selalu menggunakan masker akibat sebaran abu vulkanik yang bercampur asap kebakaran. Otoritas juga mengingatkan warga agar tidak terpancing isu bohong (hoaks) dan tetap memantau kanal komunikasi resmi pemerintah.
"Kami fokus pada pelokalisiran api agar tidak melompat ke area perkebunan warga. Anggota kami sudah disiagakan di perbatasan hutan untuk membuat sekat bakar," ujar Kepala BPBD dalam konferensi pers darurat sore ini.